Kunyit salah satu jenis Tanaman Obat Tradisional

Sebagaimana kita ketahui, banyak sekali jenis tanaman obat tradisional terutama yang berasal dari Indonesia. Hal ini terjadi karena budaya bangsa Indonesia yang terkenal kesuburan tanahnya dahulu sangat bersahabat dengan lingkungan sehingga banyak yang didapat tanaman obat tradisional dari lingkungan yang bisa dimanfaatkan. Rempah-rempah salah satunya, merupakan tanaman obat tradisional ataupun bumbu dapur yang biasa digunakan di rumah-rumah. Terlebih lagi ada kunyit yang merupakan tanaman obat tradisional yang bisa juga dipakai sebagai bumbu campuran saat memasak.
Kunyit salah satu jenis Tanaman Obat Tradisional

Oleh karena itu, kunyit sebagai tanaman obat tradisional Indonesia sepatutnya harus dilestarikan dan caranya pun cukup mudah. Tidak perlu melakukan perawatan yang berlebihan, kunyit sebagai tanaman obat tradisional itu sendiri tergolong sebagai jenis umbi-umbian. Kunyit diambil dari akar atau umbi pada tanaman obat tradisional kunyit. Masih banyak lagi tanaman obat tradisional khas Indonesia. Selebihnya bisa anda update di blog tanamanobat-tradisional.blogspot.com.

Manfaat dan cara menanam sirih sebagai tanaman obat tradisional khas Indonesia

Tanaman obat tradisional Indonesia yang berikut ini adalah sirih, tanaman sirih tergolong ke dalam jenis tanaman yang menjalar. Tanaman sirih ini cenderung menjalar ke atas sesuai dengan sifat tanaman yakni cenderung mencari sinar matahari. Cara membudidayakan tanaman obat tradisional yang satu ini cukup mudah dan tak perlu membutuhkan perawatan berlebih. Jika anda mempunyai bibitnya, maka cukup taruh di pot atau polybag kemudian beri semacam kayu yang ditancapkan dekat pot tadi supaya tanaman sirih bisa menjalar mengikuti kayu tersebut.
Sirih sebagai Tanaman Obat Tradisional khas Indonesia

Manfaat dari sirih sebagai tanaman obat tradisional khas Indonesia ini cukup banyak. Anda bisa memanfaatkannya sebagai obat darurat ketika hidung anda berdarah/mimisan, orang-orang dahulu juga sering memakai daun sirih sebagai tambahan untuk nginang dan dipercaya mampu merawat kesehatan mulut dan gigi. Untuk itu, sepatutnya kita melestarikan berbagai tanaman obat tradisional apalagi hal itu sudah menjadi warisan budaya bangsa. Jika anda merasa kesulitan dalam menanam tanaman sirih sebagai tanaman obat tradisional khas Indonesia, anda bisa mencoba menanam kunyit sebagai tanaman obat tradisional di halaman rumah anda sekaligus sebagai penghias.


Berbagai Tanaman yang bisa dijadikan obat tradisional.

Obat-obat sekarang ini sangat berkembang pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat cepat pula. Banyak sekali tanaman obat tradisional yang sejatinya sudah sejak dulu diwariskan oleh leluhur bangsa Indonesia. Tanaman obat tradisional tersebut juga bervariasi, dari umbi-umbian sampai dengan dedaunan yang sebenarnya bisa diolah menjadi obat tradisional. Dengan melestarikan tanaman obat tradisional maka kita juga turut melestarikan budaya tanah air Indonesia karena tanaman obat tradisional adalah bagian dari kekayaan budaya bangsa.
tanaman obat tradisional


Banyak sekali jenis-jenis tanaman obat tradisional yang bisa kita lestarikan setidaknya di lingkungan sekitar rumah kita sendiri. Contohnya kunyit yang juga salah satu jenis umbi-umbian dari tanaman obat tradisional yang bisa kita tanam di halaman rumah dan sekaligus sebagai tanaman hias di halaman rumah. Dengan begitu rasanya cukup mudah untuk melestarikan tanaman obat tradisional.


Informasi obat herbal tradisional cengkeh terkait kandungan manfaat dan khasiatnya.

Obat herbal tradisional cengkeh mengandung banyak manfaat dan khasiat untuk mengatasi infeksi pernafasan, noda jerawat, sakit gigi, dll. Obat herbal tradisional cengkeh tersebut mungkin baru diketahui oleh beberapa orang saja (bukan kalangan awam) karena masyarakan Indonesia telah mengenal cengkeh sejak lama. Cengkeh mungkin tidak dikenal sebagai sebuah obat herbal tradisional, melainkan sebagai salah satu jenis dari banyaknya rempah-rempah yang ada di Indonesia. Selain itu, di negara kita, cengkeh juga lebih dikenal sebagai bahan tambahan dalam pembuatan rokok kretek. Sedangkan di eropa sendiri, cengkeh dipakai atau dimanfaatkan untuk bumbu dalam masakan pedas.
obat herbal tradisional cengkeh

Berikut ini sedikit ulasan tentang manfaat dan khasiat obat herbal tradisional cengkeh yang bisa menjadi alternatif dalam pengobatan:

1. Mengatasi noda jerawat
Menurut Cornelia Zicu (staf Elizabeth Arden Red Door Spas), kandungan senyawa Euganol (dikenal sebagai antiseptik alami untuk menyeimbangkan kulit) yang dikandung cengkeh dapat dimanfaatkan untuk mencegah timbulnya jerawat dan menghilangkan noda bekas jerawat.

2. Mengobati sakit gigi.
Bagian cengkeh yang dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi adalah bunga cengkih. Cara pemanfaatannya adalah, sangrai 5 sampai 10 butir bunga cengkih lalu ditumbuk hingga halus. Bubuk cengkeh yang dihasilkan kemudian ditaburkan di bagian gigi yang sakit.

3. Mengatasi Infeksi Pernafasan
Menurut profesor dari Mount Sinai School of Medicine di New York City; Neil Schachter, MD: Cengkeh bekerja sebagai ekspektoran. yaitu dapat mengencerkan lendir yang ada di kerongkongan dan tenggorokan. Teh yang mengandung cengkeh dapat membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan.

4. Pewangi alami pakaian Aroma cengkeh yang pedas secara alami akan menutupi bau tak sedap, selain itu dapat menjaga kesegaran barang-barang anda. Salah satu contoh pemanfaatan nya adalah untuk pewangi dan penyegar pada pakaian anda. Caranya: simpanlah beberapa batang cengkeh ke dalam lemari pakaian Anda dan ganti setiap 2-4 minggu sekali, agar aroma segar tetap terjaga.

5. Pembersih Kuman alternatif
Senyawa Euganol atau antiseptik alami pada cengkeh bermanfaat untuk menjaga kebersihan barang-barang anda. Minyak cengkeh dapat mengurangi bakteri atau jamur yang ada pada perabotan rumah tangga dan mencegah kuman datang kembali. Caranya yaitu dengan mencampur 1/2 sendok minyak cengkeh dengan dua gelas air kemudian semprotkan ke tempat-tempat yang rentan terpapar bakteri atau kuman, misalnya dinding kamar mandi.
Selain cengkeh, masih banyak obat tradisional lainnya, ada kunyit yang sudah dikenal lama sebagai tanaman obat tradisional. Semoga artikel tentang obat herbal tradisional cengkeh kali ini bermanfaat bagi anda, terima kasih untuk kunjungannya.

PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN TANAMAN OBAT INDONESIA DI KP4 UGM

Ruang Lingkup
       Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian Universitas Gadjah Mada (KP4 UGM) sebagai salah satu Unit Penunjang Universitas yang memberikan layanan kepada civitas akademika UGM maupuan kepada masyarakat di luar UGM yang bekerjasama dengan Fakultas Farmasi UGM, melalui peran aktif dalam upaya Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tanaman Obat Indonesia yang merupakan suatu kegiatan terpadu, melibatkan institusi, berbagai disiplin ilmu dan mempunyai 3 tujuan yang saling terkait dan mendukung satu sama lain, yaitu (1) untuk memanfaatkan secara berkelanjutan (sustainable utilization) keanekaragaman tanaman obat Indonesia; (2) untuk melestarikan potensi keanekaragaman tanaman obat Indonesia; (3) untuk mempelajari keanekaragaman tanaman obat Indonesia. Ketiga tujuan tersebut sejalan dengan kesatuan tiga unsur dasar strategi konservasi keanekaragaman hayati, yaitu: perlindunan (saving), pengkajian (studying), dan pemanfaatan (using).
     Untuk menjaga keanekaragaman hayati, (KP4 UGM), mencoba untuk memikirkan konsep "Kebun Koleksi Tanaman Obat Indonesia" dengan ide utama melaksanakan fungsi perlindungan di lahan pertanian yang dikelola secara terpadu. Selain kegiatan pelestarian, dilakukan juga penelitian budidaya (agronomi), pemuliaan (breeding), dan perbanyakan bibit tanaman obat untuk kemudian dijadikan kebun plasma nutfah. Diharpkan dengan memperkenalkan beberapa contoh sistem pertanian terpadu dan ramah lingkungan yang dapat menjalankan fungsi konservasi dapat menambah wawasan masyarakat, peneliti dan mahasiswa.

PERKEMBANGAN DAN PROGRAM PENELITIAN TANAMAN OBAT INDONESIA DI KP4 UGM
  • Program Penelitian Tanaman Obat Indonesia di KP4
Program penelitian tanaman obat dalam Repelita VI untuk pembangunan sektor pertanian yang mendukung sektor kesehatan serta industri pedesaan disusun dalam Rencanan Penelitian Tingkat Peneliti (RPTP), yakni sebagai berikut (Anonim, 1993): (1) Peningkatan mutu dan produktifitas tanaman temu-temuan dan sirih-sirihan, (2) Penganekaragaman hasil tanaman obat yang menunjang agroindustri, (3) Strategi pemasaran dan usaha tani tanaman obat, (4) Eksplorasi dan teknik budidaya tanaman obat potensial, (5) Perbaikan bahan tanaman melalui peningkatan keragaman genetik pada tanaman temu-temuan (famili Zingiberaceae), (6) Penelitian fitokimia tanaman obat, (7) Pola tanam tanaman obat potensial pada lahan kering spesifik, (8) Pengendalian penyakit dan hama tanman obat secara terpadu.
Penyusunan dari penelitian dan pengembangan tanaman obat, yang dilakukan KP4 UGM dengan masukan dari instansi terkait seperti: Fakultas Farmasi UGM, Bali Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Badan LITBANG Kementerian Pertanian, Badan Kesehatan RI, (PUSLITBANG), Biologi LIPI, dan PT. Sido Muncul.
  • Sumber Dana Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat di KP4
Sumber Dana Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat di KP4, telah di danai oleh Bank Dunia (World Bank), melalui program Indonesia-Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) UGM, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional RI.

  • Pengembangan Kebun Koleksi Tanaman Obat di KP4
Sampai saat ini pengembangan Kebun Koleksi Tanaman Obat di KP4 telah ditujukan untuk melestarikan keanekaragaman genetika tanaman budidaya, terutama tanaman pangan. Bagaimanapun, mengingat pentingnya peranan tanaman obat bagi kesehatn manusia, pengembangan Kebun Koleksi Tanaman Obat perlu dipertimbangkan kehadirannya, meskipun biayanya cukup mahal dan perlu adanya kegiatan pendukung yang juga pentiing untuk penyuluhankepada masyarakat terutama mengenai pentingnya pelestarian plasma nutfah tanaman obat serta teknik budidayanya.
  • Informasi Koleksi Jenis Tanaman Obat yang Telah dibudidayakan di KP4
Program penelitian dan pengembangan tanaman obat di KP4 bertujuan untuk meningkatkan pengadaan dan pemanfaatan bahan obat alami dalam industri obat tradisional, obat modern dan peningkatan gizi masyarakat, melalui budidaya kovensional dan kultur jaringan. KP4 saat ini telah mengembangkan koleksi sebanyak 86 spesies tanaman obat, diantaranya: Daun Sendok (Plantago major L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Delima (Punica granatum L.), Kapas Cinde (Asclepias curassavica L.), Kembang Bunga (Clerodendrum calamitosum), Tapak Dara (Cahtaranthus roseus (L.) G. Don.), Stevia rebandiana Bertonii M.), Viola (Viola odorata L.), Noana Makan Sirih (Clerodendrum thomsonae Balf. F.), Kolesom (Talinum racemosum R.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), dan beberapa jenis yang lain.

  • Rencana Pengembangan dan Penelitian Tanaman Obat di KP4 yang Berkelanjuatan
Pelestarian pemanfaatan tanaman obat yaitu etnomedisin, fitokimia, teknologi ekstraksi/standarisasi farmakologi dan toksikologi, stabilitas, khasiat/efikasi, efisiensi dan semisintesa.
Pemanfaatan dan Pelestarian Tanaman Obat Tradisional

Berbekal dari leluhur yang memang diturunkan sebagai orang yang mampu mengobati penyakit (di Bali disebut Balian), I Wayan Damai mengembangkan penggunaan obat-obat herbal dalam pengobatan tradisional.

Awalnya Wayan bergerak untuk melestarikan lingkungan, dan dari hobinya sebagai pencinta tanaman beliau kemudian mengikuti sejumlah organisasi sosial yang berkaitan dengan lingkungan.  Agrowisata Puri Damai Banjar Tunon Bali merupakan laboratorium alam seluar 1,5 hektar yang didirikannya dengan menerapkan konsep “Mengembalikan Bali ke Alam” dan “Membangun Kepercayaan Masyarakat dengan Obat-Obat Tradisional”.

Ada sekitar 382 jenis tanaman obat di lahan yang dimilikinya terdiri dari berbagai tanaman liar yang tumbuh di habitatnya sendiri disamping ikoleksi tanaman obat dari berbagai daerah.

“Yang kita optimalkan tanaman yang berkhasiat obat yang bersumber dari Bali,” kata Wayan pada siaran Iptek Voice, 12 September 2012.

Semenjak tahun 1990-an Wayan terus mengkaji dan mengimplementaiskan penggunaan tanaman obat sesuai dengan literature (lontar pusado) dan warisan leluhurnya pada masyarakat sekitar. Dari sana sudah banyak juga dilakukan sosialisasi terutama untuk mencegah dan memelihara kesehatan. Dan pada tahun 1998 tanaman obat tersebut juga digunakan oleh klinik untuk terapi pengobatan tradisional. Selain itu, ia juga aktif mengadakan pelatihan-pelatihan. Sekarang sekolah sekolah-sekolah di Bali dari SD-SMA termasuk perguruan tinggi sudah aktif bekerjasama dalam melestarikan tanaman obat ini.

Disamping itu, wisatawan pun tertarik dengan semakin berkembangnya paket tour agrowista yang ditawarkan hotel-hotel untuk maintenance, terapi dan wisata sekaligus belajar, bahkan wisatawan dari mancanegara juga seperti Turki, USA, dsb.

Tanaman obat yang dikembangkan Wayan tidak ada campuran dengan jenis-jenis obat-obat kimia lain, pengembangannya pun dengan pupuk organik tidak dengan pupuk kimia sehingga hasil dari penanamannya rendah residu dan tergolong organik.

Berkat kepeduliannya yang luar biasa mengembangkan tanaman obat tradisional, Wayan berhasil menerima penghargaan Anugerah Iptek Labhdakretya 2012 dari Kementerian.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)

pelestarian tanaman obat Lokal

Pentingnya pelestarian tanaman obat lokal




Beberapa tanaman obat lokal berkhasiat
Beberapa tanaman obat lokal berkhasiat
Kesadaran akan kebutuhan kesehatan dan raga yang prima saat ini semakin meningkat, termasuk diantaranya kembalinya gaya hidup back to nature dengan mengkonsumsi obat tradisional dari tanaman obat lokal. Penggunaan bahan tanaman baik dalam bentuk konsumsi langsung maupun ekstrak tanaman seperti adas (Foeniculum vulgare) sebagai obat batuk, cincau hitam (Cylia barbata) untuk mengatasi gangguan pencernaan, alpukat (Persea americana Mill.) yang dapat digunakan sebagai kosmetik dan daun dewa (Gynura segetum (Lour) Merr) untuk mencegah stroke saat ini sedang tren, karena selain khasiat yang dapat diperoleh juga efek samping yang ditimbulkan relatif minimal. Beberapa khasiat tanaman obat lokal berkhasiat telah diketahui misalnya, Cocor bebek yang bermanfaat antara lain untuk mengatasi wasir, nyeri lambung, radang telinga luar dan lainnya. Tapak Liman bermanfaat untuk mengobati peradangan, influenza, bahkan keputihan sekalipun. Selain itu, tapak liman berguna untuk mengobati perut kembung, hepatitis, beri-beri, disentri, gigitan ular berbisa, dan masih banyak lagi.
Inilah yang menjadi motivasi penggalakan inventarisasi, koleksi dan perbanyakan tanaman obat lokal Jawa Tengah di BPTP Jawa Tengah dengan Kebun Bibit Induk-nya (KBI) yang merupakan bagian dari program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) yang salah satunya berfungsi sebagai wahana pemenuhan kebutuhan bibit dan benih tanaman obat lokal Jawa Tengah dan kemungkinan pengembangannya secara komersial. Saat ini KBI Jawa Tengah telah memiliki koleksi 47 jenis tanaman obat lokal Jawa Tengah diantaranya yaitu Cocor bebek (Kalanchoe pinnata), Daun Dewa (Gynura divaricata), Tapak Liman (Elephantopus scaber L.), Pacing (Costus Speciosus), Daun Jinten (Coleus amboinicus L.) dan Sambang Darat (Hemigraphis colorata) yang semuanya memiliki manfaat sebagai herbal alami. Upaya ini sebagai bagian pentingnya pelestarian kultivar eksotik khususnya tanaman obat yang telah langka dan edukasi pemanfaatannya untuk mendukung kesehatan masyarakat. Keanekaragaman jenis tanaman di KBI Jawa Tengah merupakan sumber kekayaan genetik dengan keunggulan spesifik.

Biodata gue


Nama : Bayu Andriawan
Tempat Tanggal Lahir : Sinar Harapan Mulya, 27 mei 1998

Alamat : Metro Barat (16a)
Agama : Islam

Umur : 15
Sekolah : Sma Negeri 2 Metro
Kelas : XI Ips II
Cita-Cita : Pengusaha
Hoby : Online , Voly , Dengerin Lagu , Maen Game , Ngeband Dll

Moto : Believe me, after your failure there is a sign of your success.